Berita Terbaru

WARGA CIBULUH BOGOR UTARA KHAWATIRKAN DAMPAK PROYEK KOLAM RETENSI

BOGOR -BIDIKNEWS.COM
Proyek pekerjaan kolam retensi di wilayah Kelurahan Tanah Baru dan Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, banyak dikeluhkan warga sekitar.

Seorang warga RT 02 RW 04, Anah, mengeluhkan program pemerintah yang seharusnya untuk mensejahterakan rakyat, nyatanya “hanya menyengsarakan rakyat.”

“Pelajaran dari pekerjaan proyek turap di lokasi yang dekat rumah saya, banyak dampak yang berakibat banjir di dekat rumahnya,” ungkap Anah saat tanya jawab sosialisasi pekerjaan kolam retensi di Kelurahan Cibuluh, Selasa 13/8.

“Bahkan ada dampak dari kondisi rumah yang rusak akibat proyek tersebut, tapi tidak ada yang bertanggung jawab hingga sekarang,” tambah Anah.

Anah menuturkan, dalam pekerjaan kolam retensi ini ada alat-alat berat, yang tentunya akan sangat mengganggu warga.

“Ya akan banyak alat berat serta galian-galian, semoga ini tidak mengganggu dan tidak berdampak pada rumah saya, yang sangat berdekatan dengan proyek pekerjaan,” terang Anah.

Hal senada disampaikan warga saat sosialisasi, dimana mereka menuding bahwa biasanya dalam sosialisasi diklaim bahwa dampaknya tidak mengganggu warga, tapi kenyataannya setiap proyek banyak mengganggu dan merugikan warga.

“Ya semoga saja bisa sesuai dengan apa yang hari ini disampaikan, akan banyak manfaatnya nanti kedepannya,” tegasnya.

Sementara perwakilan pelaksana (kontraktor) Kuswandi menjelaskan, pekerjaan kolam retensi ini merupakan program dari Pemerintah Kota Bogor, dan pihaknya hanya selaku pelaksana saja. “Warga mengeluhkan selalu banjir, maka kolam retensi dibuat untuk menanggulangi banjir selama ini,” jelas Kuswandi saat tanya jawab.

“Ini merupakan program pertama kali di Kota Bogor, untuk mencegah banjir di Rusunawa Cibuluh dan Kelurahan Tanah Baru,” tambahnya.

Kata Kuswandi, tidak ada dana kompensasi dalam proyek ini, karena ini proyek pemerintah. “Budget dan anggaran hanya pekerjaan fisik, dan langsung diawasi oleh Kejaksaan Negeri Kota Bogor,” katanya.

“Jadi jika ada hal apapun yang tidak berkenan dapat disampaikan melalui pihak Kelurahan dan kantor kami yang akan dibuka dekat proyek, jadi dapat kita bicarakan bersama atau musyawarah,” pungkasnya.

Editor : Endang Mahendra

Tidak ada komentar