Berita Terbaru

Mahasiswa dan Aspertanas Geruduk Kantor ULP Barang Dan Jasa Kabupaten Bogor

KAB BOGOR-BIDIKNEWS.COM
Ratusan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aspertanas  yang tergabung dalam masyarakat  Bogor menggelar aksi demo, senin(14/7/2019).

Aksi demo ini Sebagai bentuk rasa kekecawaan terhadap lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ratusan massa yang melakukan aksi demo di depan Kantor ULP untuk menuntut kejelasan tentang adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oleh panitia lelang tender di dalamnya.

“Pergerakan massa  aksi didepan kantor ULP itu, kaitan soal pelelangan yang terindikasi tidak transparan diduga dilakukan oleh panitia Kelompok Kerja (Pokja) di kantor tersebut,” kata ketua Asosiasi Perusahaan Kontraktor Nasional (Aspertanas) Ahmad Maulana kepada Bidiknews.com  di Bogor, senin (14/7).

Menurut Ahmad, lelang yang dilakukan ULP Kabupaten Bogor diduga telah dikondisikan oleh pihak tertentu untuk memenangkan salah satu perusahaan.

“Kita sudah coba masuk ke sana di Pokja satu, tetap kami dikalahkan. Sedangkan yang dimenenangkan selalu di bawah kita dengan alasan yang tidak jelas dalam konteks penyediaan jasa itu,” ujarnya.

Dia mengungkapkan ketidaktransparan pelelangan itu membuat asosiasinya merugi. Pasalnya, setiap saat mengikuti tender di ULP itu pihaknya selalu dikalahkan dengan alasan persyaratan yang dianggap tak memenuhi syarat misalnya atau malah tanpa menjabarkan ketidaksesuaian.

“Kalau tidak dijabarkan kepada kami itu menjadi pertanyaan, kenapa kita bisa kalah tender padahal kami sudah memasukan semua dokumen yg dipersyaratkan berpengalaman dalam memenangkan proyek tender dari Pemkab Bogor. Jika memang kita kalah secara sesuai aturan, saya ingin tahu dokumen lawan kita itu apakah lengkap atau tidaknya, benar atau tidak hanya pihak ULP yang tahu,” jelasnya.

Bahkan ada satu proyek, kata dia, yang sudah dimenangkan panitia lelang padahal Sertipikasi Badan Usaha Jasa Kontruksi (SBUJK) belum lengkap atau masih kategori merah.

“Bahwa itu, seharusnya tidak layak untuk dimenangkan, sempat panitia lelang di ULP itu menangkan dan kita sanggah akhirnya hilang lagi pemenang tender itu. Malah sekarang, alasan meraka nanti akan lelang ulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, konteks permasalahan lelang itu baginya bukan persoalan akan ulang atau apapun, akan tetapi pihak Pokja satu itu sempat memenangkan penyedia jasa tersebut, padahal SBUJK nya dikategorikan tidak layak.

“Dan ada beberapa juga teman-teman kita yang masuk ke sana, saat ikut tender tiba-tiba digugurkan begitu saja tanpa alasan yang secara rinci,” ungkapnya.

Maulana juga meminta ketua panitia kelompok kerja lelang di kantor ULP Kabupaten Bogor ke depan diharapkan dapat memenangkan salah satu pengusaha kontraktor secara adil, dan jujur sesuai aturan yang berlaku.

“Yang fair jangan seperti ini, karena kita juga penyedia jasa dan memiliki badan usaha yang legal serta memenuhi syarat, kami juga mempunyai hak untuk ikut lelang di kantor ULP itu,” ujarnya .

Dalam orasi nya Desta  mendesak Kejari Cibinong dan Polres Bogor untuk memeriksa server LPSE Kab Bogor.
.
“Kami akan terus melakukan unjuk rasa hingga pihak berwenang, sampai baik itu Polres Bogor atapun Kejari memeriksa  Server LPSE .Kepala Dinas PUPR, Kabid – Kabid serta Kasi – Kasi Dinas PUPR yang diduga mengetahui dugaan korupsi tersebut,” pungkas desta

Sampai berita ini di turunkan,kegiatan aksi demo masih berlangsung,tampak Kepala ULP Kabupaten Bogor berjanji akan menyelesaikan permasalahan yang di sampaikan para pendemo.

Usai melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor ULP, yang di kawal oleh aparat kepolisian, puluhan pengunjuk rasa kembali dengan tertib .(Em)

Tidak ada komentar