Berita Terbaru

Danyonif 315 serta Ibu Ketua Persit KCK kunjungi Bank Sampah Warung Jambu

KOTA BOGOR-BIDIKNEWS.COM
Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Masalah sampah timbul dengan adanya peningkatan timbunan sampah per hari, namun tak diimbangi dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang memenuhi persyaratan teknis, sehingga banyak sampah yang tidak ditangani dengan maksimal.

Kesadaran masyarakat memegang peranan penting dalam mengelola sampah. Jika dilihat kondisi saat ini masyarakat belum banyak mengetahui bagaimana mengelola dan memanfaatkan sampah. Sampah masih dianggap sebagai barang yang tidak berguna. Disinilah perlu solusi cerdas dalam menangani sampah rumah tangga agar dapat dikelola sehingga memiliki nilai ekonomis dalam wujud sebuah organisasi yang disebut Bank Sampah.

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.

Hari ini Rabu (20/3/2019) Danyonif 315/Grd Letkol Inf Thomas Rajunio, B.S beserta Ibu Ketua Persit KCK Cab. XLIV Yonif 315 dan rombongan berkesempatan berkunjung ke Bank Sampah Warung Jambu Bersih. Bank Sampah ini merupakan Bank Sampah binaan dari Kolaborasi Program Trash To Cash antara Pemerintah Daerah Kota Bogor, Konsorsium Peduli Bogor, Indonesian Community Resources & Development serta Forum Komunitas Hijau Kota Bogor yang memiliki peran utama yaitu memberikan edukasi lingkungan berbasis ekonomi dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Kota Bogor.

Dalam pelaksanaannya Pengurus Bank Sampah ini berusaha memberikan solusi terbaik melalui harga kompensasi yang kompetitif, memberikan informasi yang seluas luasnya dan mengarah kepada pendidikan karakter di masyarakat, serta solusi-solusi lain dalam mengakomodir jenis sampah/limbah yang memiliki nilai ekonomis sehingga sampah terbuang ke TPA dapat dikurangi lebih maksimal. Model pengelolaan dibuat sederhana, agar mudah diikuti dan di duplikasi dengan biaya murah dan penanganan yang efisien.

Turut hadir menyambut kunjungan Danyonif 315/Grd beserta rombongan adalah Ketua Konsorsium Peduli Bogor Bpk. Pepi T. Riady, Ketua Rt 02 Bpk. Jajang Nurdin dan pengurus Bank Sampah Warung Jambu, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Bpk. Pepi T. Riady selaku ketua Konsorsium Peduli Bogor yang sekaligus pembina Bank Sampah, menjelaskan “bahwa ini bisa berjalan berawal dari pertemuan dengan Konsorsium Peduli Bogor (KPB), beberapa komunitas dan tokoh masyarakat sekitar yang membahas bagaimana cara mengatasi sampah yang ada dilingkungan Warung Jambu dan sekitarnya, salah satunya dengan dikelola dan diberikan arahan agar warga paham maksud dan tujuan dari bank sampah itu sendiri”, paparnya.

“Selain memberikan arahan dampak negatif dari sampah itu sendiri, warga bisa menjadikan sampah tersebut menjadi tabungan dari hasil mengumpulkan sampah rumah tangga yang sebelumnya harus dipilah, sampah organik dan sampah non organik”, papar Pepi.

Danyonif 315/Grd Letkol Inf Thomas Rajunio, B.S. menyampaikan kunjungan ke Bank Sampah Warung Jambu Bersih bertujuan sebagai bahan pembelajaran bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga. Letkol Inf Thomas berharap berawal dari kunjungan ini dapat meningkat menjadi kerjasama pendampingan dalam rangka rencana pembentukan Bank Sampah di Yonif 315/Grd. Bank Sampah ini adalah solusi cerdas dalam menangani sampah rumah tangga. Selain dapat menjaga kelestarian lingkungan agar tetap bersih dan rapi, sampah yang dikumpulkan nantinya juga dapat dikelola sehingga memiliki nilai ekonomis.

Pemikiran Danyonif 315/Garuda sejalan dengan keinginan sang istri sebagai Ketua Persit KCK Cab XLIV Yonif 315 untuk memberikan pembelajaran kepada seluruh anggota Persit yang merupakan istri prajurit agar tidak hanya dapat memilah sampah rumah tangga tetapi juga mengolah dan memanfaatkannya agar bernilai guna.

Kota Bogor merupakan milik kita bersama, terdapat hak dan kewajiban sebagai masyarakat dalam mendukung terwujudnya Kota Bogor yang layak huni, manusiawi serta lebih ramah lingkungan. Mari bersama sama saling bahu membahu, kita dukung dan sukseskan Kota Bogor Bebas Sampah.

Penciptaan lingkungan yang bersih adalah tanggungjawab semua orang termasuk di dalamnya pemerintah melalui kebijakan dan realisasi tindakan nyatanya. Selanjutnya untuk menumbuhkan tanggung jawab tersebut dibutuhkan proses dan juga langkah nyata. Proses dan langkah nyata inilah yang menjadi fokus perhatian kita” pungkas Thomas.(red)

Tidak ada komentar