Berita Terbaru

Empat Jam Tertimbun Longsor, Ki Aham Selamat dari Maut




SUKABUMI-BIDIKNEWS.COM
KI Aham (67) warga Kampung Garehong, Dusun Cimapag RT 05/04, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 3 Januari 2019, tengah berbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhabratu, kabupaten Sukabumi
KI Aham (67) meringis menahan sakit di kedua kakinya yang kini tak bisa bergerak. Dia seketika "gegeubegan" atau waswas jika mendengar suara keras, meskipun itu hanya suara meja dorong makanan yang dibawa perawat.

Ki Aham merupakan korban longsor Cisolok, Kecamatan Sukabumi yang terjadi pada Senin, 31 Desember 2018 lalu. Warga Kampung Garehong itu tertimbun material bangunan rumah, lumpur dan batu selama empat jam. Namun Ki Aham berhasil lolos dari maut.

Saat tertimbun longsor, bapak lima anak itu mengaku putus asa. Ia hanya bisa pasrah memanjatkan doa, sembari terus menerus berusaha meminta pertolongan warga.
"Kami  hanya bisa pasrah we, leutak jeung bangunan iman nuruban saawak-awak (saya hanya bisa pasrah kendati lumpur dan bangunan rumah menimbun seluruh tubuh -red)," kata Ki Aham.
Seperti diketahui, jutaan ton kubik lumpur tanah dan batu dengan cepat menimbun 33 unit rumah warga. Termasuk rumah sederhana milik Ki Aham bersama istrinya, Ma Uhen (63).

Anak Ki Aham, Suherman berhasil lolos dari longsor setelah mendengar suara keras yang disertai getaran tanah secara tiba-tiba mengoncang perkampungan. Suherman yng baru datang dari ladang, mendengar teriakan istrinya, Rosani (29) dari luar rumah  agar segera menyelamatkan diri.
"Mendengar teriakan agar menyelamatkan diri, secara spontan saya merangkul anak semata wayang Fitriani keluar rumah," katanya.

Hanya hitungan beberapa detik, gerusan lumpur terlihat jelas persis di depan matanya. Pasangan suami istri itu, segera berlari kencang dengan berlindung di balik bangunan rumah biliknya. Ternyata upaya yang dilakukannya.membuahkan hasil.

"Kami berhasil lolos dari maut. Setelah berlindung di balik dinding kayu bangunan rumah, kami melihat lumpur dan batu datang, dan seluruh bangunan rumah porak poranda," katanya.

Suherman, istri dan anaknya memang selamat dari maut. Namun neneknya, Mak Emah (70) dan kakak iparnya, Sugandi (40) tidak berhasil selamat dari maut. Keduanya tertimbun material gerusan saat  longsor  menimbun rumahnya. Bahkan hingga empat hari pasca proses evakuasi,  kedua jasad masih belum ditemukan"Mereka masih tertimbun di dalam lumpur. Kami berharap mereka dapat segera ditemukan secepatnya," kata Suherman.(vans)

Tidak ada komentar