Berita Terbaru

Komunitas Gencar Melakukan Kampanye Peraturan Walikota Bogor No. 61 Tahun 2018



KOTA BOGOR BIDIKNEWS.COM- Melalui tema “Beat Plastic Pollution”, kita diingatkan bahwa polusi plastik saat ini telah menjadi ancaman. Banyak plastik yang tidak dibuang ditempat pembuangan sampah, tapi malah berakhir di lautan, yang ternyata itu membunuh jutaan burung laut dan ratusan ribu mamalia laut tiap tahun.

Dikutip dari http://worldenvironmentday.global, ada beberapa hal terkait penggunaan plastik di dunia ini :
1. Semua orang di dunia ini menggunakan 500 milyar tas plastik.
2. Dalam satu dekade terakhir, kita memproduksi plastik lebih banyak daripada satu abad terakhir.
3. Sebanyak 50% plastik yang kita gunakan hanyalah sekali pakai.
4. Kita membeli satu juta botol plastik setiap menit.
5. Setiap tahun kita menghabiskan 17 juta barel minyak untuk memproduksi botol plastik.
6. Pada 2016, sebanyak 480 milyar botol minuman dijual di seluruh dunia.
7. Plastik merupakan 10% dari total limbah yang kita hasilkan.

Tema global yang sudah ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) yang diusung adalah "Kendalikan Sampah Plastik", dan jargon yang diusung yaitu “If You Can’t Reuse It, Refuse It”. Yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai tema “Beat Plastic Pollution” dalam konteks Indonesia.

Sebuah kebanggan, Kota Bogor menjadi kota ke-4 di Indonesia yang mengeluarkan aturan Pengendalian Sampah Plastik terkait pelarangan penggunaan kantong plastik yang tertuang dalam PERATURAN WALIKOTA BOGOR NO. 61 TAHUN 2018, tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, yang akan di mulai tanggal 1 Desember 2018.

Sosialisasi menuju pelaksanaan tanggal 1 Desember 2018 di Kota Bogor khususnya untuk bagi seluruh masyarakat Bogor (sebagai konsumen) harus lebih massif dan diperlukan cara-cara yang efektif dan terarah. Bagi pemerintah Kota Bogor tentu menjadi muatan positif dari sisi lingkungan dengan harapan berkurangnya suplay sampah kantong plastik yang berakhir di TPA, begitu juga dengan nilai positif bagi para produsen, dimana terdapat penghematan biaya rutin yang sangat besar dalam penyediaan kantong plastik dengan adanya aturan tersebut.

Kegiatan kampanye Peraturan Walikota Bogor No. 61 Tahun 2018 berbasis komunitas yang di motori oleh Pepi T. Riadi sebagai Ketua Konsorsium Peduli Bogor dijadwalkan selama 9 Minggu, sesuai kesepakatan dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor yang gencar dilaksanakan di lokasi strategis Kota Bogor setiap hari Minggu, pukul 07.00 sampai dengan 10.00 WIB yakni di Taman Ekspresi, Taman Heulang, Taman Kencana dan Bundaran Yasmin Bogor. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai komunitas, lembaga, perguruan tinggi, swasta, pramuka, dan perorangan yang bentuk kegiatannya meliputi; Sosialisasi langsung kepada pengunjung lokasi kampanye, Aksi pungut sampah dalam rangka turut serta menjaga kebersihan area kampanye, Penggalangan Dana Bencana Palu, Sigi & Donggala, Begal Kantong Plastik yang ditukar dengan Tas Ramah Lingkungan.

“Kami melakukan aksi kepedulian bersama komunitas dan semua pihak yang tergabung dalam kampanye ini berupaya mendukung Pemerintah Kota Bogor dengan apa yang kami bisa dalam memberikan informasi kepada masyarakat Bogor bahwa mulai 1 Desember aturan tersebut akan di implementasikan di Toko Modern dan Pusat Perbelanjaan, serta menghimbau para pengunjung untuk siap sedia membawa kantong ramah lingkungan jika hendak berbelanja.”, jelas Pepi T. Riadi.

Tak hanya itu Pepi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajak berbagai pihak untuk tergabung dalam kampanye tersebut serta mencari sumbangan material kampanye berupa x banner, tas ramah lingkungan, serta konsumsi bagi peserta pramuka yang mewakili sekolah dan lain-lain.

“Ya kami bersama teman-teman masih mencari dukungan untuk agenda 9 minggu ini berupa kehadiran dan bantuan berbagai logistik kampanye, dan Alhamdulilah ada beberapa pihak yang mendukung, walaupun agak sulit” pungkas Pepi T. Riadi.

Pepi menjelaskan sangat mengapresiasi kepada para komunitas dan lembaga, perguruan tinggi yang telah bergabung, terutama dari pihak Pramuka Kwarcab Kota Bogor yang mampu mengajak 27 sekolah dalam kegiatan kampanye tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kepada teman-teman komunitas, lembaga, perguruan tinggi, swasta, dan lainnya terutama dari Pramuka Kwarcab Kota Bogor, yang tidak pernah absen berkontribusi mengikuti kegiatan ini, mudah-mudahan sampai diacara puncak tanggal 2 Desember bisa lebih banyak lagi yang terlibat” pungkas Pepi T. Riadi.

 “Semoga aturan yang telah di buat Pemerintah Kota Bogor tersebut dapat berjalan sesuai dengan harapan, dan dampak negatif sampah kantong plastik bagi lingkungan terkurangi”, tambah Pepi.(EM)

Tidak ada komentar