Berita Terbaru

SIDANG SENAT UNIVERSITAS PAKUAN


BOGOR -BIDIKNEWS.COM
Sidang Terbuka Senat Universitas Pakuan (Unpak) dalam rangka Wisuda DOKTOR, MAGISTER, SARJANA dan AHLI MADYA Gelombang III tahun 2018 yang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat, Prof. DR. Didi Noto Sujeno di Brajamustika Convention Hall, Kota Bogor, rabu 29/8.

Hadir pada acara Sidang Terbuka Senat Universitas Pakuan (Unpak) Walikota Bogor yang saat ini di wakili, Bupati Bogor yang saat ini di wakili oleh Drs. Dadi Gumilar, Ketua DPRD, Unsur Muspida, Pejabat Sipil maupun Militer yang berada di Kota dan Kabupaten Bogor, Kepala Badan Layanan Pendidikan Tinggi (BLPT) Prof. DR. Uman Suherman. AS. M.Pd, sahabat Universitas Pakuan (Unpak) Perguruan Tinggi yang ada diwilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Pembina, Ketua, Badan Pengurus, Badan Pengawas Yayasan Pakuan Siliwangi, Para Tamu Undangan perwakilan dari Bank Mandiri, perwakilan Bank BNI, Sahabat Gobat dll, serta Saudara Ketua Senat Prof. DR. Didi Noto Sujeno beserta para anggota, para Orang Tua Wisudawan, Para Wisudawan.

Rektor Unversitas Pakuan (Unpak) Dr. H. Bibin Rubini. M.Pd, dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur karena masih bisa dipertemukan dalam acara wisuda ini yang telah meluluskan kurang lebih 1113 yang terdiri atas Program DOKTOR, Program MAGISTER dan juga SARJANA serta AHLI MADYA untuk periode ke III tahun 2018.

Mudah-mudahan kehadiran para tamu undangan bisa sekaligus memberikan suatu motivasi serta kenangan indah bagi para wisudawan agar senantiasa termotivasi untuk berpikir kreatif, berpikir kritis, produktif, inovatif serta juga mengedepankan pengabdian kepada Nusa Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga Bibin mengatakan mudah-mudahan dengan kehadiran para tamu undangan dan para orang tua wisudawan bisa memberikan motivasi bagi kami pimpinan Universitas Pakuan (Unpak) serta yayasan untuk senantiasa amanah dalam menitipkan para putra-putrinya di Universitas Pakuan (Unpak) agar mereka diberikan pendidikan, bukan hanya dibekali tentang ilmu pengetahuan dan teknologi saja akan tetapi juga dibekali mengenai transer nilai dan budaya yang semakin lama semakin merosot dan saya sangat yakin bahwa para lulusan ini juga mempunyai nilai-nilai budaya yang kita junjung tinggi sebagai budaya kesepakatan Bangsa yaitu Budaya Pancasila.


Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan juga para wisudawan dibekali kearifan lokal yang mengedepankan Silih Asih Silih Asah Silih Asuh untuk menjadikan manusia-manusia yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer, Jujur dan Modekar ini adalah bahasa sunda jadi kalau saudara sudah 4 tahun minimal bergaul di Universitas Pakuan (Unpak) tidak tahu apa yang disebut dengan Cageur, Bageur, Bener, Pinter dan seterusnya, maka saudara harus kuliah lagi di Universitas Pakuan. Pungkas Bibin.

Lebih lanjut Bibin juga mengingatkan bahwa beberapa hari yang lalu kita telah memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, kita mengenang para pahlawan yang telah gugur mendahului kita membela kebenaran dan keadilan, memberantas kemiskinan dan kebodohan serta keterbelakangan untuk mengatakan sebagai Bangsa yang merdeka, arti kemerdekaan bukan berarti bahwa kita terbebas dari belenggu penjajah tapi arti kemerdekaan juga kita harus membebaskan belenggu-belenggu pikiran kita agar kita terofftasi oleh pikiran-pikiran yang kotor, pikiran-pikiran yang hendak menjadikan Indonesia deintegrasi Bangsa, pikiran-pikiran yang selalu suudzon, pikiran-pikiran kita yang selalu di kotori oleh rasa iri dengki sesama anak Bangsa sudah sewajarnya kita mempersatukan kebersamaan kita membangun Negara ini.

Bung Karno pernah mengatakan setelah beliau memproklamirkan Negara ini ”kami menyelesaikan tugas sampai memerdekakan tapi ada tugas lebih berat lagi yang akan kalian pikul di masa yang akan datang yaitu mengisi kemerdekaan ini”, mengurus Negara, mengurus Bangsa tidak mudah kemajemukan priolalisme yang kita peroleh sebagai Bangsa yang dilahirkan dari kemajemukan ini menimbulkan pikiran-pikiran bahwa kita lebih mudah bercerai-berai, lebih mudah pecah belah dibandingkan dengan bersatu, karena etnis kita cukup banyak, bahasa kita cukup berfariatif, budaya kita berbeda-beda namun yang harus kita ingat bahwa ada yang mempersatukan kita diatas kemajemukan itu dan yang mempersatukan kita itu adalah Bhineka Tunggal Ika, walaupun kita berbeda-beda suku bangsa, berbeda Agama, berbeda bahasa, berbeda budaya tetapi kita tetap sebagai Bangsa Indonesia. Ucap Bibin

Masih Bibin mengatakan Mari kita lihat didalam pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa untuk memberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan kita harus mempunyai satu cita-cita yaitu bahwa negara hendaknya melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia, negara hendaknya mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melakukan perdamaian yang abadi.

Artinya ada satu cita-cita luhur dari benak bangsa Indonesia yang dulu dirumuskan oleh para pejuang kita, tujuan itu yang disebut dengan Catur Embanan atau empat cita-cita tadi yang saya ungkapkan, maka oleh karena itu saya ingin kita bersama-sama untuk kita sampai keada tujuan sebagai negara adil dan makmur, Gemati Repah Rujinawi, marilah kita ingat satu cita-cita kita yang ada di pembukaan ini dan kita bersama-sama untuk mencapainya. Ujar Bibin.  (EM)

Tidak ada komentar