Berita Terbaru

Pemkot Bogor Bakal Terapkan Parkir elektronik


BOGOR – BIDIKNEWS.COM
Menata permasalahan parkir di Kota Bogor bagaikan mengurai benang kusut. Banyak ditemui kantung parkir liar yang tidak jarang membuat semrawut lalu lintas. Padahal, penataan parkir berpotensi mendatangkan pundi-pundi rupiah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rakhmawati mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan parkir elektronik untuk menekan parkir liar dan memaksimalkan perputaran uang parkir langsung ke PAD. “Saat ini tengah dalam tahapan pengadaan, mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” ujarnya.

Rencana awal pengadaan parkir berbasis teknologi modern itu berjumlah 18 alat, yang akan ditempatkan di sepanjang Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah. Namun kedepannya, tidak menutup kemungkinan untuk dipasang di wilayah lain se-Kota Hujan. “Tergantung pengadaannya. Sementara rencana 18 alat, di Suryakencana. Setelah itu jalan, nanti dievaluasi, baru dipasang di titik-titik jalan yang lain,” kata dia.

Kebijakan itu dipercaya bisa memaksimalkan skema dan alur uang parkir. Meskipun nantinya, para petugas yang kini masih bekerja, akan tetap membantu pengendara menggunakan alat parkir elektronik ini.  “Sudah diatur sih plotnya. Mana-mana saja yang perlu. Jaraknya juga tidak bisa diprediksi, tergantung nanti penyeleksian. Petugas parkir yang tidak kebagian nantinya dioper ke wilayah lainnya,” paparnya.

Untuk urusan tarif, kata dia, bakal berlaku sesuai Perda Kota Bogor. Berbeda dengan tarif progresif yang kini berlaku di Jalan Pengadilan. Para pengendara nantinya diberi kartu untuk transaksi parkir seperti kartu e-money atau uang elektronik. “Rp5000. Seusai dengan Perda saja, cuma alatnya yang tadinya karcis, nanti mengunakan alat dengan kartu debet,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno berpendapat, kebijakan Dishub Kota Bogor yang ingin mengadakan mesin parkir elektronik di jalan utama kota, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap angka parkir liar. Menurutnya, mesin parkir elektronik bakal efektif di tempat-tempat tertutup. “Bila ditempat terbuka, menuntut kejujuran petugas,” kata Djoko.

Dosen Universitas Katolik Soegijapranata ini menambahkan, seharusnya pemkot meminimalisir kantung-kantung parkir di jalan utama, dan bukan memenuhinya dengan parkir di tepi jalan. Sebab menambah beban lalu lintas di jalur tersebut. “Dihindari seminim mungkin parkir tepi jalan. Apalagi jalan nasional, jalan provinsi, dilarang aktif parkir di bahu jalan, sesuai UU LLAJ,” pungkasnya. (red)

Tidak ada komentar