Berita Terbaru

RSUD KOTA BOGOR : ENAM JURUS INOVASI MANDIRI


BOGOR-BIDIKNEWS.COM
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor terus berinovasi dalam hal pengelolaan, demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien. Inovasi yang dicetuskan tersebut dibingkai dalam tema ‘enam jurus inovasi mandiri’. Penerapan jurus tersebut bertujuan agar RSUD Kota Bogor menjadi rumah sakit yang mandiri tanpa mengabaikan kualitas pelayanan terhadap pasien.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr Dewi Basmala mengatakan, inovasi yang keempat yakni penerapan konsep Cost Containment. Konsep ini erat kaitannya dengan bagaimana rumah sakit bisa mengefektifkan dan mengefisienkan seluruh layanan yang diberikan kepada pasien. “Semua kami hitung secara detil dan menyuluruh, namun tetap berada di koridor aturan yang ada. Sebab kami ingin semua bahan, atau material yang digunakan, tidak terbuang begitu saja. Baik pelayanan kepada pasien BPJS maupun non-BPJS,” katanya kepada bidiknews.com .

Dewi menambahkan, RSUD Kota Bogor juga menerapkan konsep Unit Cost. Artinya, model pembiayaan di rumah sakit dari setiap layanan yang tersedia, dihitung secara cermat dan teliti. “ini kaitannya dengan model pembiayaan di setiap layanan yang harus cermat. Selain itu, kami juga tidak mengenal cost sharing dengan pasien, karena semua pasien dikaver Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tidak ada pembebanan biaya yang dibagi dengan pasien,” ucapnya.

Terakhir, kata Dewi, konsep memaksimalkan instalasi Jaminan Kesehatan Nasional. Mengingat, sentral dari semua layanan jaminan kesehatan ada di bagian tersebut, yang mengolah kaitan dengan pola dan aturan pembiayaan. “Ini penting. Pusatnya ya itu. Kami ingin perputaran uang menjadi lebih terkontrol dan terarah. Manfaatnya, semua anggaran layanan yang dikaver JKN itu bisa termonitor dengan mudah,” imbuhnya.

Enam inovasi yang digagas tersebut, lanjut Dewi, bertujuan agar RSUD Kota Bogor menjadi rumah sakit yang mandiri dalam pengelolaan, dan tidak melulu bergantung pada pihak lain misalnya Pemerintah Kota (Pemkot). “Jadi kami ingin murni dari kami secara mandiri dan swadaya. Memang ada intervensi dari pemkot, misalnya intervensi investasi infrastruktur dan pengadaan alat kesehatan. Sebab, itu mah kan jadi aset nantinya,” pungkasnya.

(EM)

Tidak ada komentar