Berita Terbaru

Kunjungi PDAM Kota Bogor, Bank Dunia Dorong Kemandirian

PDAM dan perwakilan Bank Dunia berfoto bersama usai diskusi tentang pengeloaan air bersih di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor,

BOGOR – BIDIKNEWS.COM
Tirta Pakuan dikunjungi perwakilan Bank Dunia (World Bank) untuk membahas pengelolaan air minum di Kota Bogor. Pertemuan berlangsung di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Jalan Siliwangi 121 Kota Bogor.

Tim Bank Dunia yang terdiri dari Christope Prevost (Senior Water and Sanitation Spesialist World Bank), Alex Bakalian (Global Lead for Global Solution Group Water Supply and Sanitation), Irma Setiono (Water Supply and Sanitation Spesialist), Maralita Listyasari (Water Supply and Sanitation Spesialist), dan Dea Widyastuty (Operation Specialist), tiba di PDAM pukul 10:00 WIB. Mereka disambut Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya. Turut hadir mendampingi Deni Sekretaris Perusahaan Rinda Lilianti, Kepala Litbang Hendra Setiawan, Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Soni Hendarwan, Kepala Bagian Produksi Adi Gunadi, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Dicky Budhi Purnama, Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan Jamalis, Kepala Bagian Keuangan Handoyo serta Kepala Bagian Perlengkapan dan Peralatan Rivelino Rizki.
Global Lead for Global Solution Group Water Supply and Sanitation Alex Bakalian mengatakan, kunjungan ini merupakan upaya Bank Dunia untuk menyebarkan informasi pengelolaan kinerja perusahaan ke PDAM lain seluruh Indonesia, bahkan dunia.
 
Dirut PDAM Kota Bogor, Deni Surya Senjaya 

 “Di Indonesia kan ada PDAM sakit, sehat dan sangat sehat. Kami tahu, PDAM Kota Bogor masuk kategori PDAM sehat. Kami ingin minta trik-triknya bagaimana bisa jadi PDAM sehat, lalu kami bagikan ke PDAM lain dengan harapan PDAM yang sakit bisa menjadi sehat, dan yang sehat bisa semakin baik,” kata Alex


Water Supply and Sanitation Spesialist Irma Setiono menambahkan, kunjungan ini sebagai langkah Bank Dunia untuk mendorong PDAM menjadi perusahaan air mandiri. “Ke depan sebagai perusahaan daerah, PDAM harus bisa mandiri. Jangan ngandelin dana dari pusat atau daerah, karena kita nggak bisa prediksi kapan dananya datang. Kalau sudah lebih mandiri, kita akan punya kontrol sendiri,” kata wanita asal Tasikmalaya itu.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengatakan, PDAM Kota Bogor mengikuti program Urban Water Supply and Sanitation Project (UWSSP) yang dimotori Bank Dunia. Program ini untuk membiayai dua proyek infrastruktur, yakni water treatment plant (WTP) Dekeng 2 di Kelurahan Genteng dan Cikereteg di Kelurahan Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan.
UWSSP merupakan program pembiayaan infrastruktur bernilai total Rp 312 miliar untuk pengembangan sistem Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi tiga PDAM, yakni Kota Bogor, Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Kapuas. Dana untuk tiga PDAM ini masing-masing berasal dari World Bank, APBN dan APBD.
 
Global Lead for Global Solution Group Water Supply and Sanitation Alex Bakalian (tengah)
“Adapun softloan dari World Bank untuk Kota Bogor yang diterus pinjamkan ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cair sebesar Rp 85 miliar, serta ada dana pendamping dari Pemkot Bogor sebesar Rp 17 miliar. Dana tersebut kami pergunakan untuk membangun dua WTP serta keperluan pelayanan lainnya, seperti program penurunan kehilangan air,” kata Deni.(EM)

Tidak ada komentar