Berita Terbaru

DPH & MBB PEDULI KEBAKARAN BOGOR.



KOTA BOGOR – BIDIKNEWS.COM
Terbakarnya 42 rumah dari 66 rumah yang terdiri dari 100 KK habis terlahap tak tersisa oleh si jago merah akibat setrika yg konslet.

Dengan mendatangi langsung korban bencana di tempat pengungsian sementara yang berada di SDN Empang, Bogor.  Komunitas hijab Dewi Pelangi juga Muslimat Bulan Bintang Kabupaten Bogor turun langsung berinteraksi kepada para korban bencana.

Bantuan yang diberikan mulai dari sembako, alat tulis, selimut, seprai, baju layak pakai, mie instant, hingga makanan ringan. Kesemuanya diberikan kepada korban bencana dengan berharap dapat meringankan penderitaan mereka yang tertimpa bencana.

Dewi Pelangi yang hadir dengan komunitas hijabnya dan muslimat bulan bintang Kabupaten Bogor yang dipimpinnya selain memberikan bantuan lewat posko GNPF Mujahidah Bogor Raya ia pun menyampaikan bantuan secara langsung kepada korban sebagai amanah dari komunitas hijabnya. Dewi Pelangi mengungkapan bahwa ia berdomisili di kabupaten bogor namun bukan berarti ia menutup mata dan berpaku tangan melihat saudaranya di kota bogor mengalami bencana.

"Sesama orang Bogor sudah selayaknya kita saling membantu. Kalau bencana ataupun musibah saat ini terjadi di kota masa kabupaten tidak mau membantu? Begitupun kalau musibah terjadi di kabupaten maka orang kota pun mesti ingat dan mau menolong. Menurutnya kebaikan sebutir dzarahpun apabila iklas dilakukan maka akan bernilai dimataNya.

Dewi Pelangi juga melakukan dialog dengan beberapa korban. Diantaranya dengan Maya dan Ibu Ida Parida. Mendengarkan keluh kesah mereka, menanggapi, dan memotivasi dengan menyemangati dan  menumbuhkan rasa syukur. Mengingatkan para korban bahwa dalam peristiwa ini Alhamdulillah tidak menelan korban jiwa. Dan ia juga memaparkan secara realistis bahwa anak-anak korban kebakaran mesti diberikan waktu khusus untuk belajar sambil bermain dalam menyembuhkan trauma dari bencana yang mesti ia lewati di saat tumbuh kembangnya. Waktu khusus belajar sambil bermain ini diharapkan dapat merefresh ingatan mereka tentang guratan peristiwa menyedihkan yang dikhawatirkan menimbulkan efek trauma pada mereka hingga berkelanjutan. Untuk menghibur mereka ia memberikan alat tulis dan makanan ringan bagi anak-anak korban kebakaran. Tidak hanya orang tuanya saja yang sedih tentu  anak merekapun mengalami dentuman kesedihan karena kehilangan tempat mereka bernaung. Seiring waktu berhembus diharapkan trauma akan sirna dan berganti dengan harapan akan hari esok yang lebih baik.


Dipenghujung dialognya ia juga mendoakan semua korban bencana tetap sehat dan survive dalam menjalani hidupnya dan pemkot dapat menindaklanjuti bantuan tidak hanya 5 bulan saja tetapi bisa mencari solusi untuk menanggulangi bencana kebakaran mungkin dengan memberikan subsidi pembangunan rumah murah di atas tanah para korban atau lainnya yang dapat meringankan penderitaan korban bencana kebakaran di kota hujan.(EM)

Tidak ada komentar