Berita Terbaru

Pemerintah Kota Bogor Ditagih Uang proyek


KOTA BOGOR – BIDIKNEWS.COM
Pemerintah Kota  Bogor belum membayar proyek  sebesar Rp809.484000 (Delapan Ratus Sembilan juta empat ratus delapan puluh empat ribu)  kepada  CV GELAR BAGYA NUGRAHA ,Padahal pengerjaan proyek tersebut sudah selesai .

pekerjaan yang belum terbayar itu di antaranya   proyek tembok penahan tanah (TPT) di empat kelurahan, yaitu kelurahan bondongan, menteng, kencana dan cimahpar, dengan lokasi berada di tujuh titik yaitu bondongan, menteng 1, menteng 2, kencana A, kencana B, menteng 1, menteng 2, cimahpar 1, cimahpar 2
"Kami sudah selesaikan proyek tersebut , tapi belum dibayar Pemkot Bogor," ujar Arif.

“Awal mula nya saya ditawarin proyek TPT Di 4 kelurahan Kota Bogor oleh Edi Mulyadi yang menurut pengakuan nya Edi ini sebagai  PNS dari Departemen Pertanian , yang kemudian  saya di kenalkan dengan Kosasih  salah satu anggota DPRD kota Bogor.

H.M Arif D Sadeli selaku direktur CV Gelar BagYa Nugraha menjelaskan kepada Bidiknews  bahwa beliau telah melaksanakan pekerjaan nya sampai selesai ,namun sampai saat ini pengerjaan dari bulan november 2016 belum mendapatkan bayaran dana  sepeser pun.

 “Saya mencoba menemui  pak usmar sebagai wakil walikota Bogor dengan maksud dan tujuan agar pak usmar bisa membantu permasalahan  ini.

“usmar mengatakan akan memanggil pejabat terkait yang telah bertanda tangan pada surat pernyataan bahwa mereka telah mengetahui pekerjaan tersebut sudah selesai dilaksanakan dan yang bertanda tangan itu adalah lurah dan pihak kecamatan.papar arif

namun ketika di temui kedua kali nya wakil walikota Bogor menjawab dengan nada agak santai, "maaf pak haji saya lupa, dan bilang pasti di bayar tapi pak haji suruh nunggu". Ucap Usmar kepada Haji Arif.
Arif menambahkan  bahwa beliau sudah bolak balik sukabumi Bogor untuk menagih uang proyek yang sudah selesai dikerjakan.  

Alasan Arif terus mempertanyakan ke pemkot Bogor karena uang yang beliau pakai untuk pengerjaan proyek tersebut uang nya ia pinjam dr orang lain dan harus segera diganti kepada yang punya uang. "Saya malu sama yang punya uang, makanya saya terus mempertanyakan ke pihak pemkot, karena perjanjian awalnya jika pekerjaan selesai akan langsung di bayar.

Arif dengan didampingi pengacaranya telah melaporkan permasalahan ini ke pihak kepolisian yaitu Polda Jabar, bahkan pihak Kejaksaan Negeri Bogor pun telah mengetahuinya. Dan haji Arif berharap agar pemkot secepatnya membayar.(red)

Tidak ada komentar