Berita Terbaru

Pelaku Pembunuhan Sopir Go Car Ditangkap Polresta Pekanbaru


PEKANBARU- BIDIKNEWS.COM 
Berawal dari info orang hilang terhadap salah seorang sopir Go Car yang bernama Ardhie Nuraswan pada 22 Oktober 2017 lalu, akhirnya Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap dan menangkap siapa saja pelaku dibalik hilangnya sopir Go Car tersebut.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH didampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto dan Kasubag Humas Iptu Polius Hendriawan dalam keterangan Pers menjelaskan, ditemukan dalam bentuk kerangka di wilayah Polsek Kandis pada 7 November.

"Berdasarkan temuan jenazah, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilaksanakan otopsi dan identifikasi terhadap korban. Dilanjutkan dengan pengiriman DNA ke Jakarta dengan alasan yang pertama yang sekunder tidak bisa menentukan dengan jenis baju. Yang kedua, gigi korban tidak seutuhnya dapatkan rekam medis korban tidak ditemukan," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, Selasa siang (28/11/2017) kepada wartawan, di Mapolresta Pekanbaru.

Sambung Kombes Susanto, dokter ahli menyampaikan untuk diidentifikasi harus dengan DNA yang diambil dari tulang dan keluarga korban tersebut.

"Kemudian dikirim, sampai saat ini dalam proses pengerjaan. Insya Allah, dua atau tiga hari akan selesai keluar hasil identifikasi korban," katanya.

Dalam perjalanan, sambungnya, kita membentuk 3 Tim yang berkoordinasi dengan Polres Kampar kemudian diback up seluruhnya oleh Polda Riau untuk menindaklanjuti hasil temuan kerangka dengan laporan hilangnya pengemudi Go Car.

"Dari Tim Penyelidikan dan Tim Olah TKP, kita temukan rangkaian kejadian dari awal adanya pesanan mobil Go Car didepan Karaoke Koro-koro. Identifikasi CCTV ini mengantarkan kita kepada pendalaman tersangka-tersangka yang diduga melakukan proses perbuatan tindak pidana. Kemudian dari CCTV, kemudian hasil penyelidikan, keterangan saksi diback up oleh jajaran Polda Riau, kita menangkap 2 pelaku inisial VH dan inisial MT, kita tangkap di wilayah perbatasan Pekanbaru dan Kampar pada hari Sabtu 11 November 2017," urai Kombes Susanto.

Kemudian, lanjut Kombes Susanto, dari hasil keterangan tersangka dan keterangan saksi-saksi yang lain, 2 Tim diberangkatkan ke wilayah Sumatera Utara dan kita berhasil menangkap pelaku yang lain pada tanggal 14 November 2017 dengan inisial LP. Dan Tim lain kita berangkatkan ke Banten untuk menangkap 1 tersangka pada tanggal 22 November 2017 inisial FS.

"Empat tersangka sudah kita lakukan penangkapan, kita sudah melakukan pra rekonstruksi untuk menemukan awal cerita dari pemesanan Go Car Koro-koro sampai dengan proses perbuatan tindak pidana sampai dengan proses di wilayah Kandis maupun sampai dengan Sumatera Utara," jelasnya.

Masih dikatakan Kombes Susanto, Empat tersangka kita tangkap, kemudian dua tersangka DPO. Dan ini, Tim masih bekerja di lapangan untuk menangkap dua DPO yang lain. Jumlah pelaku adalah 6 orang.

"Barang Bukti yang berhasil kita amankan yakni Mobil Ertiga warna Putih dengan Plat Nomor BM 1564 NV yang kita temukan kerjasama dengan jajaran Polda Sumatera Utara, mobil ini dibuang oleh para pelaku di jurang dengan alasan yakni karena media sosial sudah memberitakan adanya pengemudi Go Car yang hilang sehingga mobil itu mereka simpulkan untuk dibuang dalam rangka menghilangkan jejak barang bukti terhadap pelaku yang melakukan perbuatan pidana tersebut," jelas Kombes Susanto.

Kemudian, katanya lagi, tali yang kita temukan di TKP, kemudian pakaian korban, beberapa alat elektronik handphone yang kita gunakan sebagai alat bukti dalam rangka mendukung pasal yang kita terapkan 340 Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati.

"Kenapa 340 kita terapkan? Yang pertama adalah ketika memesan aplikasi Go Car, pelaku sudah membuat email baru dan nomor handphone baru dalam rangka tujuan utama pelaku adalah menguasai mobil dari korban," sebut Kombes Susanto.

Dapat kami sampaikan, imbuhnya, nanti rekaman CCTV, 3 kendaraan awal yang dipesan pertama Avanza ditolak karena tidak mempunyai nilai jual, yang kedua juga sama dan yang ketiga Ertiga yang menurut persepsi daripada pelaku nilai jualnya lebih tinggi.

"Jadi, motif utama adalah menguasai kendaraan korban untuk dijual, kemudian uangnya akan digunakan untuk para pelaku untuk berangkat ke lokasi tertentu. Namun, mobil yang didapatkan untuk dijual ternyata ramai di Medsos, kemudian itu tidak jadi mereka jual, kemudian mereka buang ke wilayah Sumatera Utara," kata Kombes Susanto.

Disebutkan Kombes Susanto, proses berjalan, Tim berjalan, kami mengucapkan terima kasih kepada peran serta masyarakat yang telah membantu memberikan informasi dalam rangka keberadaan pelaku. Yang kedua, mendapatkan informasi dukungan terhadap pencarian Barang Bukti mobil Ertiga dan kita mendapatkan dengan kemudahan rekaman CCTV dan beberapa masyarakat yang membantu proses pengungkapan kasus ini. Jadi kita berhasil dari penemuan tanggal 7 November jenazah, tanggal 11 kita sudah dapat melakukan penangkapan terhadap 2 tersangka.


"Menurut keterangan daripada pelaku, jadi ketika memesan, kemudian mereka naik 6, kemudian dalam perjalanan menuju PO Medan Jaya, kemudian berhenti, kemudian dijerat dengan tali. Kemudian setelah lemas, ditarik ke kursi belakang dan 6 orang ini secara bersamaan melakukan perbuatannya termasuk mengikat tali warna kuning yang ada didepan meja untuk ditaruh di Kandis. Perannya ada pelaku utama, ada otaknya, ada yang turut serta dalam melakukan kekerasan didalam kendaraan maupun peran dalam meletakkan korban di wilayah Kandis. Diakui pelaku, keenamnya masing-masing mengetahui perencanaan dalam menguasai kendaraan Ertiga itu. Motifnya adalah menguasai kendaraan ini untuk dijual dan uangnya digunakan. Mereka bekerja di MLM," urai Kombes Susanto.(ven)

Tidak ada komentar