Berita Terbaru

Diduga Proyek rehabilitasi Jembatan di Desa Tirem Enggal Tidak Sesuai RAB

GRESIK- BIDIKNEWS.COM
Baik dan buruknya sebuah bangunan tidak hanya tergantung pada bahan bangunan yang dipakai saja, tetapi yang harus diperhatikan adalah hal-hal yang terkait, termasuk mulai lokasi tanah yang dibangun, tukang yang dihandalkan, dan tak kalah penting adalah siapa pemiliknya atau si pemborongnya, karena merekalah yang bisa merekayasa kebutuhan bangunan tersebut. Sebuah proyek besar pasti dananya besar pula, seperti proyek rehabilitasi jembatan di desa Tirem Enggal kecamatan Dukun kabupaten Gresik ini. Proyek ini menyerap dana yang tidak sedikit karena tidak ada yang mengetahui pasti berapa alokasi anggaran proyek ini. Jadi masyarakat hanya menebak dikarenakan tidak terpasang papan nama proyek.

Saat Tim JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur investigasi ke lapangan, ditemukan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pertama papan nama proyek tidak dipasang, kedua besi yang digunakan untuk penyangga hanya ukuran kurang dari 10, padahal bobot jembatan ini adalah puluhan ton,


Terkait hal tersebut, ketua umum JCW Provinsi awa timur Prof. Dr. K. M. Muzakkin, M.Pdi, M.H. mengatakan bahwa ini jelas sebuah pelanggaran hukum. Menurutnya,"Papan nama seharusnya terpasang agar masyarakat mengetahui berapa alokasi anggaran yang dipakainya, RAB itu penting dipasang di area proyek, disamping itu agar masyarakat tahu dan ikut mengawasi pelaksanaan proyek tersebut."  tuturnya, saat di kantor JCW Jatim (22/11).

Lanjut Muzakkin, yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, "Jika benar ditemukan ada indikasi demikian, apalagi ada mark up dalam penggunaan bahan, JCW dengan tetap menjunjung tinggi praduga tak bersalah tak segan-segan akan melaporkannya ke penegak hukum." ucapnya.

Banyaknya proyek jembatan yang ambruk akhir-akhir ini ditenggarahi karena pengerjaanya asal-asalan, bahkan sudah tidak menjadi rahasia lagi. Baru beberapa tahun saja, jembatan itu sudah ambruk. Inilah yang patut kita pertanyakan pada pemangku kekuasaan agar pola seperti ini ada perbaikan kedepan dalam pelaksanaan dan pengelolaanya.

Salah satu warga yang tidak mau disebut namanya menuturkan,"Saya senang - senang saja dengan dibangunnya jembatan ini, akses menuju ke desa lain pasti sangat mudah, tapi juga khawatir bila pengerjaannya asal-asalan saja,kalau ambruk lalu gimana masyarakat ini, " ucapnya pada (22/11/).

Terkait hal tersebut pihak PU belum dapat dikonfirmasi.

Hasanuddin selaku Kadiv (Kepala Divisi) Investigasi JCW Provinsi Jawa Timur, dalam investigasi ke lapangan menemukan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan rehabilitasi proyek jembatan di desa Tirem Enggal, Kecamatan Dukun, kabupaten Gresik ini.

Menurutnya, "Proyek papan nama tidak dipasang, besi yang digunakan juga hanya ukuran 10 kurang, padahal beban itu puluhan ton, belum lagi dalam penggunaanya nanti, pasti bebanya akan bertambah  berat, jika nanti ambruk seperti kejadian ditempat-tempat lain, lalu siapa yang bertanggung jawab ? karena pada akhirnya korbanya juga rakyat."

Sangat aneh ketika JCW melakukan investigasi tak satupun pengawas proyek berada di lokasi.  Proyek ini pelaksananya  PU, maka apapun yang terjadi pada kondisi jembatan ini PU harus bertanggung jawab baik terhadap masyarakat maupun hukum,,"pungkasnya.(EM)

Tidak ada komentar