Berita Terbaru

Desa cikeas harus bersih indah dan nyaman


BOGOR – BIDIKNEWS.COM
Rumah Tangga Bagi kebanyakan orang sampah identik dengan sesuatu yang kotor, bau, menjijikan, tidak berguna dan menjadi salah satu masalah besar bagi negeri ini. Tetapi ditangan orang-orang kreatif, sampah bisa dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat dan mempunyai nilai jual tinggi setelah diolah.

Kepala desa Cikeas Ervan mengatakan kepada bidiknews,bahwa Desa cikeas kecamatan sukaraja kabupaten Bogor harus bersih indah dan nyaman.

"Terkait dengan kepedulian sampah menurur kades baru-baru ini  warga RW 5 desa cikeas kecamatan sukaraja kabupaten Bogor dan  tim hijau seorang relawan yang peduli akan sampah rumah tangga dan telah memberikan pembelajaran kepada masyarakat khususnya masyarakat desa cikeas.

Sebelum memulai mengolah sampah kades cikeas Ervan menjelaskan terlebih dahulu mengenai sampah rumah tangga yang bisa diolah kembali dan mana yang tidak bisa diolah kembali.
“sampah rumah tangga di bagi menjadi dua yaitu sampah non organik dan sampah organic,Yang dimaksud sampah non organik rumah tangga adalah sampah rumah tangga yang tidak dapat membusuk, tetapi dapat juga dimanfaatkan untuk di daur ulang kembali sebagai bahan baku.

Sedangkan menurut kegunaannya sampah non organik rumah tangga di bagi menjadi tiga bagian yaitu:
1.)    Sampah yang dapat didaur ulang sendiri, contohnya: kemasan plastik pewangi pakaian, bungkus permen, botol plastik, dan gelas plastik. Sampah jenis tersebut bisa diolah menjadi tas, tempat laptop,  bunga hiasan dan lain-lain.
2.)    Sampah bersih yang dapat diberikan ke pemulung misalnya: karton, kardus, koran, majalah, styrofoam dan kantong plastik. Sampah jenis tersebut biasanya yang dicari pemulung untuk diolah atau dijual kembali.
3.)    Sampah yang benar-benar kotor dan tidak bisa didaur ulang dan tidak layak diberikan pemulung, inilah yang dapat dibuang dalam bak sampah.
Sampah organik rumah tangga adalah sampah rumah tangga yang bisa membusuk.
Menurut jenisnya sampah organik rumah tangga dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
1.)    Sampah organik hijau contohnya:  tangkai/ daun singkong, bayam, kulit terong, kulit buah-buahan, ampas kelapa, nasi, rumput kebun dan lain-lain. Bahan baku yang berasal dari sampah rumah tangga yang dapat diproses kembali menjadi kompos/ pupuk.
2.)    Sampah organik hewani contohnya: tulang ayam, duri ikan, udang dan lain-lain. Bahan-baku yang berasal dari sampah rumah tangga yang dapat diperoses kembali untuk menjadi kompos/pupuk.

Menurut kades dalam membuat kompos dari sampah organik rumah tangga harus dipisahkan terlebih dahulu antara sampah organik hijau dan sampah organik hewani. Dua  jenis  tersebut di pisahkan karena sampah organik hewani membutuhkan proses yang lebih lama dibandingkan dengan sampah organik hijau.(EM)

Tidak ada komentar