Berita Terbaru

Banjir membuat Akses Menuju Kota Bandung Lumpuh

KABUPATEN BANDUNG- BIDIKNEWS.COM
Akses jalan utama dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung, kembali lumpuh, Rabu, 22 November 2017.

Seperti di lansir Bbidiknews.com Hal itu menyusul kembali tergenangnya Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot akibat banjir luapan Sungai Citarum. Aktiviitas warga pun terganggu.

Dari pantauan di lapangan, Jalan Raya Banjaran di Kampung Jambatan Kelurahan Baleendah Kabupaten Bandung, ketinggian banjir mencapai 50 sentimeter.

Jalan pun tidak bias dilalui kendaraan. Para pengendara yang hendak ke Kota Bandung ataupun sebaliknya, terpaksa mencari ruas jalan alternatif lain untuk sampai ke tempat tujuan meskipun dengan risiko terjebak penumpukan kendaraan.

Seperti halnya diungkapkan seorang pengendara, Akbar Saefullah (29) yang mengaku kebingungan saat dirinya tidak bisa melintasi Jalan Raya Banjaran menuju tempat dia bekerja di Kota Bandung. Dia tidak bias berbuat banyak dengan kondisi yang terjadi.

“Kalau saya sekarang menerobos genangan banjir, motor saya pasti mogok. Kalaupun saya harus memutar arah mencari jalur alternatif lain, sudah terjadi penumpukan kendaraan dari segala arah. Terus terang jadi bingung kalau banjir seperti ini,” ungkap Akbar.

Demikian halnya diungkapkan seorang warga terdampak banjir Harun (57) seorang warga di Kampung Cigosol RT 6 RW 9 Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

Kondisi banjir yang menerjang permukiman penduduk di Kampung Cigosol itu seolah terisolasi. Sebab, ketinggian permukaan banjir di tempat tinggalnya mencapai 160 sentimeter. Banyak warga yang terjebak dan beum sempat mengungsi.

“Cape hate cape pikiran mun banjir teh. Ayeuna rorompok dibersihan engke kabanjiran deui. (Capek perasaan kalau terjadi banjir. Sekarang rumah yang terendam dibersihkan, tidak lama kemudian diterjang banjir lagi, red),” ungkap Harun.

Dia pun memutuskan untuk mengungsi ke Gedung SKB di Baleendah. Akan tetapi, dia kerap diterpa perasaan was-was dengan kondisi banjir yang selama ini terjadi.

Pasalnya, dia mengaku khawatir rumahnya disantroni pencuri yang memanfaatkan situasi banjir seperti sekarang.


“Tidak jarang kejadian pencurian terjadi saat warga mengungsi. Makanya saya setiap memeriksa kondisi rumah, takut kemalingan. Pengurus wilayah ada juga yang ronda setiap malam,” tutur Harun.(red)

Tidak ada komentar