Berita Terbaru

Pipa warisan dari tahun 1974 bocor


bidiknews
BOGOR-BIDIKNEWS.COM
Kebocoran air sepertinya menjadi momok bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Pasalnya, dalam sepekan terakhir ini banyak warga yang mengeluhkan atas gangguan pelayanan.
Hal inipun membuat Wali Kota Bogor Bima Arya  melakukan rapat evaluasi penanganan kebocoran dengan jajaran direksi PDAM, Selasa 3 Oktober 2017.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengatakan, gangguan pelayanan terjadi akibat adanya kebocoran pipa AC 8 inci di kawasan Jalan MA Salmun. Bocornya pipa yang ditanam sejak 1974 tersebut akibat pipa tidak mampu menahan getaran dari tumpukan sampah sehingga pipa menjadi patah.
Patahan itu membuat reservoir di Pajajaran dan Merdeka tidak pernah penuh menampung air dan membuat pengaliran di kawasan Jalan Indraprasta, Ardio, Abesin dan Cimanggu tidak mengalir.
Deni mengatakan, untuk mengatasi kondisi ini PDAM sudah membuat beberapa rencana penanganan baik produksi maupun distribusi. Penanganan produksi, mengoptimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng 1 dan 2 (Penambahan Kapasitas), pengadaan dan pemasangan meter induk produksi, pengadaan pompa di Intake Cipaku dan optimalisasi IPA, pengadaan IPA Portable dan IPA 10 lt/dt di Kota Batu.
“Kami juga akan lakukan penanganan permasalahan sampah melalui pemasangan screen sampah,” ucap Deni kembali.
Pada penanganan distribusi, lanjut dia, akan dilakukan penggantian meter induk distribusi, pemasangan alat level control di reservoir, pengadaan air valve, pengadaan reservoir portable, pembentukan Distric Meter Area (DMA), pemasangan PRV di lokasi-lokasi tertentu dan pemasangan Tangki Hydrant Umum (TAHU).
Begitu juga dengan pipa AC, pihaknya akan mengganti pipa tersebut sepanjang 100 Km dari total 132 Km. Sementara yang telah dilaksanakan baru sepanjang 32 Km. “Serta menambah kebutuhan kapasitas reservoir sesuai dengan jumlah pelanggan”.
Deni juga menjelaskan, bahwa saat ini tingkat kebocoran air PDAM Tirta Pakuan berada di angka angka 31 persen dimana idealnya secara target nasional berada di angka 20 persen.
Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta tiga hal yang harus diperbaiki oleh PDAM Tirta Pakuan. Yakni, deteksi titik kebocoran segera mungkin terutama saat mendapat informasi dari warga, menambah delivery supply serta lakukan sosialisasi kepada warga, tidak hanya cukup melalui media sosial, media cetak dan juga aparatur di wilayah.
Bima mengungkapkan, dirinya menerima laporan bahwa setiap hari tingkat kebocoran pipa PDAM mencapai antara 10-15 titik dan hal itu mengakibatkan pendistribusian air mengalami gangguan ke pelanggan.
“Tapi kebocoran ini biasa dengan cepat ditangani dan yang terbesar itu di Jalan MA. Salmun. Pipa warisan dulu sepanjang 105 KM secara bertahap akan segera diganti baru yang nanti pembiayaan oleh APBD,” tandasnya.
Selain tingkat kebocoran, PDAM Tirta Pakuan dihadapkan pada kekurangan produksi air 120 liter/detik seiring bertambahnya jumlah pelanggan. Total kapasitas air dimiliki saat ini mencapai 2.200 liter/detik. Sementara jumlah pelanggan PDAM sudah mencapai 151.000 sambungan rumah (SR).

“Jika dihitung, kapasitas air 1 liter/detik untuk memenuhi 65 SR, maka kapasitas air 2.200 liter/detik dikalikan 65 SR dihasilkan 143.000 SR. Jumlah pelanggan saat ini 151.000 SR sehingga ada defisit 8.000 SR atau kurang 120 liter/detik,” kata Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Ade Syaban Maulana. (RD)

Tidak ada komentar