Berita Terbaru

PADEPOKAN TANBIHUL GHOFILIN BELA DIRI INNER POWER DAN ISTIGHOTSAH PENGOBATAN ALTERNATIF MEDIS DAN NON MEDISJALAN MENUJU MA’RIFATULLAH

OLEH : Gus Alfatih Adjomul Qudus

“AWALUDIN MA’RIFATULAH” Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah.
Seseorang itu wajib Hukumnya untuk mengenal akan Allah, sebagai langkah awal menuju kesempurnaan beragama, tanpa mengenal Allah maka Ibadah apapun yang kita lakukan, mana mungkin bisa di katakan sampai, sedangkan tujuannya saja tidak di ketahui, oleh karena itu angatlah penting menegenal akan Allah, Dengan mengenal akan Allah, maka akan merasakan lejatnya keimanan, khusunya dalam amal Ibadah, serta ketenangan jiwa akan mengalir di dalam dirinya, menjadikan pribadi yang ikhlas, Sabar, tawakal serta Ridho dalam menjalankan kehidupan ini, tentu tiada kebahagiaan yang melebihi dari pada kebahagiaan para Arifbillah, seseorang yang sudah mengenal akan Allah.
Seandainya Allah membukakan akan keagungan para Arifbillah/Waliyullah maka niscaya orang akan tercengang dan terheran-heran serta takjib di buatnya karena Nur yang meliputi diri para Walyullah itu akan memancar sampai tembus ke langit ke tujuh, kjarena itulah Allah membuat hijab para kekasih-kekasihnya, sehigga mereka tidsk mengetahui tentang dirina, Hanya Allah dan mereka-mereka yang sudah sampai kepada Maqom Ma’rifatullah,(yang tahu Wali hanyalah Wali)
Adapun jika kita ingin sampai kepada Ma’rifatullah (*mengenal akan Allah) maka Manusia itu harus terlebih dahulu mengenal akan dirinya,sebagaimana “MAN AROFA NAPSAHU, FAQOD AROFA ROBBAHU” Barang siapa yang mengenal akan diri yang sebenarnya, Niscaya kenal lah ia akan Allah”
Tahapan-tahapan yang harus di lalui oleh para pencari Allah adalah.
1.      Menundukan hawa Napsu, dengan memerangi kesyirikan, kekupuran, kemunafikan, kefasikan, dan kemurtadan yang ada di dalam diri, dengan menjauhi kesombongan, keingkaran terhadap kebenaran, kebodohan, dan ketidak perdulian tentang kebenaran, apa bila telah berhasil di dalam memerangi hawa napsunya
2.      maka kita akan di anugrahi Hidayah/ petunjuk kepada jalan yang di ridhoi Allah Swt, yaitu jalan menuju kepada kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah serta di lengkapi dengan sipat-sipat Sidiq, Tabligh, Amanah dan Pathonah serta menjadikan ia, Sami’na Wa’athona, apabila tetap Istiqomah dalam tahafan ke 1 dan 2 maka ia akan di sesuaikan oleh Allah Swt dengan Hukum Sunatullah yang berlaku di dalam kehidupan ini, maka tetapkanlah kesabaranmu di dalam Hukum Allah SWT (Tawakal dan berserah diri pada Allah SWT dengan meyakini bahwa apa yang terjadi pda dirinya semua itu qudrat dan Iradatnya Allah SWT, bersabarlah dan Pasrahlah dengan sebenar-benarnyabersabar, serta berlaku kasih sayanglah dengaan mewarisi sifat Allah kepada semua Mahluk (Rahmatan Lil Alamin)

Akan tatapi yang harus di ingat adalah Banyak sekali diantara orang-orang Mukmin atau Hamba-hamba Allah yang terlena di dalam tahapan ini artinya mereka yang takjub dan hilang kesadaran dirinya karena sangat terpesona akan keindahan-keindahan dan kemuliaan-kemuliaan dinyatakan atau di tampakan oleh Allah berupa Karomah-karomah membuat kita lupa akan Allah SWT yang mengarahkan kelebihan-kelebihan itu sehingga Karomah itu yang menjadi Maksud dan tujuannya lalu kita lupa akan tujuan yang sebenarnya yaitu Allah SWT yang menurunkan Karomah itu, maka jatuhlah kita kedalam kefasikan kembalilah kita kepada hawa Napsu, LAA LAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH, Berhati-hatilah dalam tahapan ini , tidak seorangpun yang selamat dalam tahapan ini melainkan mereka yang benar benar memasrahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah sehingga jadilah Allah yang menjadi penolonmg dan Allah-lah sebaik-baiknya penolong bagi orang-orang mukmin. Kemudian apabila ia sampai kepada tahapan ini dengan selamat dan ia senantiasa di dalam kesabaran serta selalu berhati-hati di dalam musahaddahnya (penyaksiannya) maka ia akan tersingkaplah segala kebenarannnya tentang hakekat Muhammad SAW dengan sendirinya tanpa ia memaksakan kehendaknya untuk menyingkap tirai itu, artinya kebenaran Hakekat Muhammad SAW, itu sendiri yang akan datang menjemputnya untuk dibawa naik (Mi’raj) menuju alam yang tiada batas dan di hamparkan kepada kebenaran yang membawa rahmat yaitu nrrun a’la nurin sumber segala hakekat hakekat yang adatermasuk hakekat diri atau hakekat Muhammad SAW lalu timbullah kecintaan yang sangat mendalam kepada Muhammad SAW, rindu yang tiada habisnya dan diwujudkannya dalam segala gerak dan diam dengan shalawat dan pujian-pujiannya. Kecintaanya yang sangat mendalam kepada Rasullallah terasa nikmat dirasakannya sehingga tiada nikmat apapun yang dapat menyamai kenikmatan cinta kepada Rasul, racun kerinduan rela dan ikhlas diminumnya karna kemabukannya tiada banding. Kemabukan cinta itulah yang menghantarkan dirinya kepada Rabbul Ijjati untuk berkasih-kasih memadu cinta yang terpendam. Dengan tahapan itulah sampailah kepada memandang Dzat yang maha Mutlak tiada tara Keagungan dan Kebesarannya yang Esadalam ke-Esaannya dimana dalam sesuatu bergantung kepada-Nya ketika para pecinta Allah sudah asyik dalam pandang memandang maka Allah akan mendudukan nya pada Makom Muroqobah sebagai jalan terbukanya tirai kebenaran hakiki / MUKASYAFATU RABBANI. Itulah akhir dari pengembaraan dan perjalanan dan itulah puncak dari segala puncak kenikmatan dan kebahagiaan maka sampailah ia kepada hakekat diatas hakekat yaitu Dzat yang maha Mutlak yang tidsk bisa di ganggu gugat dari segala apapun.  

Padepokan : Jln. Masjid Attaqwa No.6 Kemang Batas Perhubungan Bogor tlp :081298255999

Tidak ada komentar