Berita Terbaru

Menjelang Pengosongan Lahan PT. KAI, Bima : Semua Harus Diperhitungkan


KOTA BOGOR – BIDIKNEWS.COM
Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan beberapa hal menjelang rencana pengosongan lahan PT. KAI dalam rapat koordinasi (rakor) antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor dan Pimpinan Unsur Muspida Kota Bogor dengan PT. KAI di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa (31/10/2017).

Menurut Bima ada beberapa hal yang harus detail dipetakan sebagai persoalan, diantaranya kajian hukum atas kesepakatan perjanjian, kompensasi atau nilai ganti rugi yang akan diberikan, perjanjian yang di-sub-kan, lokasi untuk relokasi dan keterlibatan pihak lain.

“Hal ini dimaksudkan untuk membaca peta kekuatan informasi yang ada. Jika hal tersebut belum ditemukan titik temu, maka kita harus memikirkan skenario lain. Bagi kami hal ini penting sekali agar tidak muncul persoalan sosial,” ujar Bima.

Bima menambahkan, sebelum groundbreaking semua harus diperhitungkan secara matang, salah satu yang menentukannya adalah aspek perizinan. Menurut Bima apa yang disampaikan  untuk meminimalkan potensi persoalan hukum, namun disisi lain akan lebih bagus jika dilakukan lebih cepat sejauh persoalan dilapangan bisa dieksekusi melalui komunikasi, pendekatan persuasif  dan dicarikan solusi.

“Dengan catatan dibutuhkan koordinasi lebih taktis lagi antara Unsur Muspida Kota Bogor dengan PT. KAI, lebih atensi lagi agar bisa diantisipasi dan eskalasinya seperti apa,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya meminta PT. KAI bersama Unsur Muspida Kota Bogor mencari solusi terbaik dalam rencana pengosongan lahan dan relokasi kios yang menggunakan lahan lahan PT.KAI agar tercipta kondusifitas sehingga terhindar dari persoalan sosial yang mungkin ditimbulkan. Rencananya groundbreaking penataan kawasan Stasiun Bogor akan dilaksanakan pada  5 Desember 2017. (2n)


Tidak ada komentar