Berita Terbaru

Kunjungi Warga Tangsel, Rano Jadi Rebutan Ibu-ibu




TANGERANG, (Bidiknews.com.)
Ada yang menarik dalam setiap kunjungan Rano Karno ke berbagai pelosok di wilayah Banten. Antusiasme dan animo warga yang begitu tinggi seperti tak bisa dibendung. Rano Karno yang maju sebagai calon Gubernur Banten dengan nomor urut dua kerap menjadi "korban rebutan" para ibu yang mendekat. Mereka telah mengenal Rano sejak lama sebagai "Doel" yang populer melalui tayangan sinetron yang pernah tayang dulu. "Doel" yang kini mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Banten masa bakti 2017-2022 kemarin menyambangi warga di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.
Rano sempat menjenguk warga difabel yang menyimpan keinginan bertemu dirinya. Masih di lokasi yang sama Rano Karno berjalan kaki mengelilingi kampung dan menyapa warga. Tak sekali Rano bercakap-cakap dengan warga dan mendengar berbagai keluh kesah yang mereka hadapi.  Murni (32) mengaku senang bisa bertemu Rano Karno yang diidolakannya sejak dulu. "Semoga Bang Rano bisa jadi gubernur lagi. Orangnya baik, ramah. Kagak keliatan sombong sama warga," ucap Murni.
Dalam kesempatan itu Rano mengucapkan terima kasih atas penerimaan warga atas kunjungan dirinya. Rano berjanji untuk berbuat yang terbaik untuk seluruh warga Banten. "Saya memohon doa restu pada para tokoh, ulama, dan seluruh warga. Semoga ikhtiar untuk membawa Banten ke arah yang lebih baik dapat kita capai bersama-sama," tuturnya.Sambangi tokoh
Selain bertemu warga, jelang peringatan HUT ke-8 Kota Tangerang Selatan Rano Karno secara khusus berkumpul dan bercengkrama dengan para tokoh dan masyarakat di Kota Tangerang Selatan Jumat (25/11/2016). Disambut antusias sejumlah pendiri Kota Tangsel, pemuka, dan alim ulama, Rano Karno mengawali lawatannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Dalam kesempatan itu Rano Karno secara khusus memberi perhatian pada sektor pendidikan. Ia mengatakan, pendidikan merupakan salah satu instrumen paling utama yang mampu membebaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan struktural. "Indikator mobilitas vertikal warga ditunjukkan salah satunya dengan meningkatnya kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat. Kuncinya, tingkatkan kesejahteraan para guru dan fasilitasi kemauan keras para pendidik untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas diri sebagai pengajar yang profesional.
Sementara itu Zarkasih Nur, salah satu pemprakarsa berdirinya Kota Tangerang Selatan, mengingatkan Rano Karno untuk mengakhiri maraknya kasus korupsi di Banten seperti yang pernah terjadi pada masa lalu. "Banten terkenal karena korupsinya yang termasuk paling buruk di Indonesia. Saya percaya dan menaruh harapan pasangan Rano-Embay dapat mengakhiri citra buruk yang melekat di Banten," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Rano berjanji melanjutkan berbagai program yang telah dirintisnya bersama KPK. "Saya secara khusus telah meminta KPK berkantor di lingkungan Pemprov Banten untuk mengawasi kami. Bahkan saya meminta KPK untuk mendampingi kami menyusun perencanaan anggaran dan merumuskan RPJMD. Semua itu saya lakukan tak lain karena kita semua ingin menjaga marwah dan kehormatan Banten. Masa lalu yang buruk, biarlah kita tutup dan menjadi pelajaran bagi kita dalam melangkah ke depan," katanya. Rano yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Banten. (red)

Tidak ada komentar